pengurus DPC

pengurus DPC
pengurus

Selasa, 30 Januari 2018

HGN ke 58 Car Free Day 25 Jan 2018




HARI GIZI NASIONAL 
25 JANUARI 2018

 Hai rekan-rekan gizi.... assalamualaikum wr.wb.
  Hari Gizi Nasional tahun ini jatuh pada hari Kamis, 25 januari 2018, dan tema pada tahun ini adalah 

"Bersama Membangun GIZI Menuju Bangsa SEHAT Berprestasi"
dengan fokus utama mewujudkan kemandirian keluarga dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting.

 Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Gizi demi kelangsungan hidup yang sehat dan berprestasi.


Tanggal 28 januari tepatnya hari minggu, kami berkumpul  CFD dengan acara, senam dan bagi-bagi buah kepada para pengunjung di CFD, hal ini  dengan tujuan mengajak masyarakat untuk gemar makan sayuran dan buah-buahan.
 Acaranya seru banget dech.........

 Saya mewakili teman-teman pengurus DPC PERSAGI Kota Bekasi mengucapkan 
"Selamat Hari Gizi yaa....."
Smoga kedepan profesi kita bertambah Maju dan Jaya selalu......

Minggu, 21 Januari 2018

Promeal



Dewasa ini kasus penyakit sindrom metabolik  semakin banyak bermunculan, dan kebutuhan masyarakat akan makanan sehat semakin meningkat... untuk itu ProMeal hadirr......menjadi salah satu solusi bagi kebutuhan makanan sehat anda.
Tidak hanya sehat namun juga diperuntukkan bagi, teman, saudara, keluarga bahkan pasien yang memerlukan pengaturan makanan. ProMeal sangat cocok untuk anda yg menjaga Berat badan, berdiet seperti kolesterol, Diabetes, Hipertensi, asam urat, Gagal ginjal dan lain sebagainya.
Selain rasanya yang enak harganya juga terjangkau.... menunya di buat dan diawasi oleh Ahli Gizi yang memiliki pengalaman lebih dari sepuluh tahun di rumah sakit.

Nah ...apa bila tertarik dapat menghubungi ( Bunda IIN, 081 222 879 444 ) Wa only

Rabu, 17 Januari 2018

PELATIHAN "EDUKASI & KONSELING GIZI" 19 -23 FEBRUARI 2018



Assalamualaiku wr.wb
Hiii..... rekan-rekan gizi, buat rekan-rekan gizi yang akan mempersiapkan akreditasi di rumah sakit maupun rekan-rekan yang ingin menambah perbendaharaan dalam bidang edukasi dan konsultasi gizi, berikut jadwal pelatihannya yang insyaallah akan diadakan tgl 19 sd 23 februari 2018 di RSCM.
Pemberian edukasi gizi merupaka pemberian materi-materi edukasi gizi kepada pasien dan keluarga yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya, dimana dalam standar akreditasi JCI masuk kedalam bagian Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK). Bagi yang berminat segera gabung
Smoga info ini bermanfaat ya............


Salam (Bunda Iin)

Kamis, 14 Desember 2017

JukNis Penilaian Portofolio Bagi Tenaga Gizi





JUKNIS  PORTOFOLIO 
BAGI TENAGA GIZI


Uji Portofolio adalah serangkaian penilaian berdasar dokumen – dokumen yang dimiliki baik pendidikan, pelatihan maupun pengalaman kerja dengan mengikuti asas; validity (kesahihan), authenticity (keaslian), currency (kekinian), sufficiency (kecukupan). Jika seorang tenaga gizi setelah melalui penilaian terhadap bukti – bukti kompetensi telah memenuhi kriteria tersebut maka tenaga gizi yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan lulus Uji Kompetensi Portopolio dan tidak perlu uji lanjut namun jika tidak lulus akan dilakukan penilaian lanjut berupa Uji Kompetensi non portofolio. 

1. Validity
Validitas dokumen portofolio disebut sah apabila dikeluarkan oleh lembaga yang berkompeten.
2. Authenticity
Authenticity dokumen dilihat dalam bentuk asli dengan stempel asli.
3. Currency Currency
 dokumen adalah dokumen yang memiliki rentang waktu kurang dari 5 tahun dari waktu pangajuan uji.
4. Sufficiency
Total nilai SKP yang dikumpulkan minimal 25 SKP.



 DOWNLOAD JUKNIS :




Senin, 11 Desember 2017

SEMINAR GIZI & KESEHATAN





I.                   LATAR BELAKANG
Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghacuran terhadap jaringan atau organ tubuh. Proses dari kerusakan ini dapat disebabkan oleh penggunaan seiring dengan usia maupun karena gaya hidup yang tidak sehat.
Di dunia, angka kejadian penyakit degeneratif semakin meningkat terutama di negara - negara maju. Hingga saat ini penyakit degeneratif telah menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Hampir 17 juta orang meninggal lebih awal setiap tahun akibat epidemi global penyakit degeneratif (WHO).  Hal tersebut disebabkan gaya hidup tidak sehat, dan tingkat kesembuhan terhadap penyakit - penyakit infeksi. Di Indonesia, penyakit - penyakit degeneratif mulai menjadi perhatian karena meningkatnya angka kejadian dan angka kematian. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes, 2014) penyakit degeneratif yang perlu diwaspadai dan termasuk dalam 10 penyakit kematian di Indonesia adalah Stroke, jantung dan pembulu darah, hipertensi, Diabetes mellitus  dan gagal ginjal kronis.
Berdasarka Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013) menunjukkan bahwa, terjadi peningkatan prevalensi hipertensi dari 7,6 persen tahun 2007 menjadi 9,5 persen tahun 2013. Hal yang sama untuk stroke berdasarkan juga meningkat dari 8,3 per1000 (2007) menjadi 12,1 per 1000 (2013). Demikian juga untuk Diabetes mellitus, terjadi peningkatan dari 1,1 persen (2007) menjadi 2,1 persen (2013)  dan gagal ginjal kronis mencapai  0,2 persen (2013).
Pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit non-infeksi (degeneratif) adalah akibat adanya pergeseran pola makan dan pola hidup. Saat ini masyarakat kita mengarah pada masyarakat modern yang mempunyai kesibukan sangat tinggi. Di sini terjadi pergeseran dari pola makan tradisional yang tinggi karbohidrat, tinggi serat, dan rendah lemak ke pola makan modern yang tinggi lemak, tapi rendah serat dan karbohidrat.  Bila kondisi ini tidak segera diperbaiki dengan pola makan yang benar dan baik, maka dapat berakibat timbulnya berbagai penyakit, terutama penyakit  degeneratif (jantung, diabetes, bahkan kanker colon).
 Untuk itu pengurus PERSAGI DPC KOTA BEKASI, melalui kegiatan seminar ini ingin menjabarkan dan menjelaskan lebih dalam mengenai penyebab dan faktor resiko penyakit degeneratif, baik secara teoritis dan teknis Asuhan gizinya dengan harapan  dapat meningkatkan pengetahuan dan pelayanan di bidang gizi pada umumnya, dan menurunkan prevalensi penyakit degeneratif di Bekasi pada khususnya.

II.             JENIS KEGIATAN
Kegiatan berupa seminar gizi dan kesehatan 

III.           TUJUAN
Kegiatan seminar ini bertujuan : 
  1. Untuk mensosialisasikan dan memperdalam tentang teknis penatalaksanaan asuhan gizi pada penyakit degeneratif terutama penyakit diabetes ditingkat puskesmas, rumah sakit dan Institusi Layanan Kesehatan,  dalam rangka meningkatkan pengetahuan Ahli Gizi guna menunjang peningkatan pelayanan gizi sesuai dengan perannya. 
  2. Memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat atau peserta seminar mengenai penyakit degeneratife terutama pada penyakit diabetes. 
  3. Meningkatkan ketrampilan, kerjasama,  kekeluargaan dan persaudaraan di antara Ahli Gizi se-Kota Bekasi dan sekitarnya.

IV.            SASARAN
1.  Ahli Gizi dirumah Sakit, puskesmas dan Institusi Layanan Kesehatan  yang berada di Bekasi dan sekitarnya.
2.  Mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.
V.            
                 TEMPAT & WAKTU
Hari /Tanggal               :  Sabtu, 21 Oktober 2017
Pukul                          :  07.00 wib s/d 16.30  wib
Tempat                       : GRAHA HARTIKA
JL. Kemakmuran Raya No. 47 Bekasi
(Samping Rumah Makan Wulan Sari)

VI.             BIAYA
Umum/Instansi        :  Rp 150.000,-


     NARA SUMBER 
               
PEMBICARA 1 

“Cegah Diabetes dan Komplikasinya dengan Pola Hidup Sehat” (dr. Waluyo, Sp.PD. KMED) 

PEMBICARA 2 
“Penatalaksanaan Asuha Gizi pd Penyakit Diabetes ” (Ibu  Fitria Hudayani, SST, S.Gz, MKM)

PEMBICARA 3 
“Juknis Registrasi STR Gizi Onlinei untuk Rumah Sakit”   (DPD JABAR)         

PEMBICARA 4 
“Juknis Registrasi STR Gizi Onlinei untuk Puskesmas”      (DPD JABAR)
 


Selasa, 24 Oktober 2017

PELATIHAN ASUHAN GIZI DAN DIETETIK NASIONAL (PAGD) IV

Kesehatan merupakan masalah sosial, ekonomi, politik dan hak asasi manusia yang paling berharga. Kesenjangan, kemiskinan, eksploitasi, kekerasan, ketidakadilan merupakan akar dari timbulnya masalah- masalah yang berhubngan dengan gizi dan kesehatan. Ketidaktersedianya bahan makan dan pelayanan kesehatan menjadi masalah mendasar terwujudnya kurang gizi di masyarakat kita.



Peran gizi dalam menjamin kelangsungan hidup manusia sangat besar dan mempunyai jangkauan yang sangat besar dan luas. Dimulai dari awal kehidupan manusia dalam kandungan hingga manusia menjadi tua dan menjeleang kematian gizi mempunyai andil yang sangat besar dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Upaya menjamin kualitas gizi dan kesehatan sumber daya manusia yang sehat, cerdas , produktif dan mandiri bagi seluruh masyarakat indonesia hendaklah perlu dicanangakan hidup dengan kondisi gizi dan kesehatan yang baik. Proses asuhan gizi yang baik dan benar menjadi fokus yang hasus diperhatikan bagi seluruh masyarakat dwengan kondisi apapun tidak terkecuali masyarakat rumah sakit yang pada umumnya menderita penyakit tertentu.

Semakin berkembangnya praktek Ilmu Kedokteran dan Ilnu Gizi saat ini maka semakin selektif  pasien dalam memilih  pelayanan kesehatan yang ditawarkan RS. Dengan dikeluarkannya UU No. 8 tahun 1999 tentang hak perlindungan konsumen maka semakin tinggi pula tuntutan pasien terhadap  mutu pelayanan di RS, demikian pula dengan pelayanan atau asuhan gizi di RS.

Pelayanan gizi yang baik dan benar, tidak saja mampu memenuhi harapan terhadap peningkatan mutu pelayanan, tetapi juga dapat menjamin kecukupan asupan makanan, meningkatkan sistem pertahanan tubuh sehingga komplikasi dan infeksi dapat dicegah atau dikurangi serta lama waktu penyembuhan dapat dipersingkat.

Dalam menghadapi tuntutan dan tantangan masyarakat tersebut Asosiasi Dietisen Indonesia (ASDI) khususnya Dietisen di RS  harus berani mempersiapkan diri untuk  lebih maju sejalan dengan disiplin ilmu-ilmu kesehatan lainnya.

Meningkatnya penelitian-penelitian di bidang kesehatan dan gizi dewasa ini menunjukkan respon yang sangat tinggi terhadap perkembangan dan kemampuan di bidang tersebut.  Selain itu pelayanan gizi di rumah sakit tidak hanya terkait dengan industri makanan saja, juga menyangkut peralatan pendukung lainnya, mulai dari penyediaan alat pendukung penyedia makanan yang disajikan yang tidak lepas dari industri ”kitchen equipment”, layout bangunan dapur, utensil dan software pendukung.Seiring dengan  tuntutan kinerja  di institusi dimana Dietisien  bertugas yang dilihat dari kompetensi dan profesionalisme sesuai dengan standar. Agar kompetensi dan profesionalisme benar-benar terwujud dalam memberikan pelayanan  gizi kepada masyarakat secara nasional maupun internasional.

Rabu, 26 Oktober 2016

ON THE SPOT REGISTRATION: INTERNATIONAL CONFERENCE

ON THE SPOT REGISTRATION


INTERNATIONAL  CONFERENCE OF PROFESIONAL  BEHAVIOUR  DIETITION 
“HOW TO BE A PROFESIONAL  DIETITION FOR  ASEAN FREE TRADE AGREEMENT?”


LATAR BELAKANG
Keberadaan dan kiprah tenaga gizi di Indonesia sudah dapat terlihat baik upaya secara promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif dalam menanggulangi masalah gizi. Dengan adanya perkembangan tersebut diatas, dewasa ini tenaga gizi di Indonesia sudah menjadi kebutuhan masyarakat dan menyebar diberbagai fasilitas pelayanan gizi seperti misalnya: rumah sakit, puskesmas perawatan, klinik kesehatan serta ditempat-tempat lain seperti pusat kebugaran, katering diet dan lain-lain.
Saat ini Indonesia masih menghadapi  masalah gizi ganda, dimana masalah gizi kurang masih cukup tinggi seperti prevalensi stunting diatas 30%, namun masalah gizi lebih sudah mulai meningkat yaitu obesitas diatas 5%.
Permasalahan kesehatan dan gizi ganda sangat kompleks, ini dipengaruhi oleh peningkatan teknologi dan modernisasi berakibat pada perubahan pola makan masyarakat diantaranya sering mengkonsumsi makanan inggi lemak, rendah serat yang akhirnya berpengaruh terhadap makin tingginya prevalensi penyakit-penyakit terkait gizi seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, kanker dan lain-lain.  Belum lagi bila kaitkan dengan Indonesia yang saat ini berkembang menjadi negara industri membutuhkan pelayanan gizi yang berkualitas agar produktifitas kerja meningkat, demikian juga dengan pencapaian prestasi dibidang olah raga membutuhkan pemenuhan gizi yang dikelola oleh tenaga profesional dibidang gizi.
Menghadapi tingginya masalah gizi seperti ini menuntut profesionalisme tenaga gizi yang tinggi. Selain itu era globalisasi yang kita hadapi saat ini mengharuskan tenaga gizi bersaing, sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi agar mampu bersaing dengan negara lain.
Salah satu modal yang kuat dalam peningkatan profesionalisme tenaga gizi adalah penerapan etika profesional gizi.
TUJUAN
Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan pandangan tentang etika profesional gizi dalam melaksanakan tugas dan memberi pelayanan yang prima kepada klien.

SASARAN
Nutrisionis dan Dietisien yang bekerja di Pusekesmas, Dinkes dan Rumah Sakit diseluruh Indonesia. Jumlah tempat terbatas 200 orang.

NARASUMBER
  1. Prof . DR. dr. Soenarto Sastrowiyoto, Sp. THT (K) (Universitas Gajah Mada)
  2. Dr. Risatianti Kolopaking, M.Si.Psi (Universitas Islam Negeri)
  3. Tuan H. Ridzani (Departemen Kesehatan Malaysia)
  4. Miranti Gutawa S, DCN, M.Sc, RD (Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung)
  5. Rina Maharani Moestikawati, DCN, MM, RD (RSUP Sanglah Denpasar)
  6. Sunersi (Puskesmas)

TOPIK
  1. Philosophi profesional tenaga gizi
  2. Sikap dan Etika Profesional dalam memberikan pelayanan kepada klien
  3. Profesinal performance of Nutritionist and Dietitian in Malaysia
  4. Sikap Profesional Tenaga Gizi dalam memberikan pelayanan kepada Klien

WAKTU DAN TEMPAT
Selasa 31 Mei 2016 bertempat di Hotel Amos Cozy,Jalan Melawai Raya, No. 83-85, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

BIAYA
Peserta di kenakan biaya pendaftaran sebasar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah)
AKREDITASI PERSAGI
SKP Persagi 1 SKP

SEMINAR GIZI

Seminar Gizi dan Sumpah Profesi Assalamualaikum  wr, wb. DPD Persagi DKI Jakarta kembali mengadakan Seminar Gizi dan Sumpah profesi (...